Motivasi dan Sikap Keluarga Merawat Lansia dengan Gout Artritis

Motivasi Dan Sikap Keluarga Merawat Lansia Dengan Gout Artritis (Asam Urat) Di Desa Sumberbendo Kediri

  • Sutiyah Heni STIKES Karya Husada Kediri

Abstract

Pekerjaan merawat lansia bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan karena membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kemauan, pengabdian dan kesabaran. Motivasi keluarga dalam merawat lansia penting terutama pada lansia yang mengalami gout artritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dan sikap keluarga dalam merawat lansia dengan gout artritis. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan besar sampel 12 responden melalui teknik purposive sampling dari populasi 32 lansia. Penelitian dilaksanakan tanggal 3–8 Mei 2021 di Desa Sumberbendo dengan menggunakan variabel yaitu motivasi dan sikap keluargaalam merawat lansia dengan gout artritis. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa menggunakan uji korelasi rho sperman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (75%) responden memiliki motivasi kuat dan sebagian besar (75%) responden memiliki sikap baik. Hasil Analisa data menunjukkan PValue= 0,001 (<0,05) menunjukkan terdapat hubungan antara motivasi dan sikap keluarga dalam merawat lansia dengan gout artritis. Semakin baik motivasi yang dimiliki keluarga maka akan semakin baik pula sikapnya dalam merawat lansia. Selain itu motivasi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, yaitu : faktor usia, jenis kelamin pendidikan, hubungan dengan lansia, pekerjaan dan informasi. Keluarga hendaknya senantiasa berusaha meningkatkan motivasi  dan sikap yang baik tentang perawatan lansia, sehingga dapat memberikan perawatan kepada lansia dengan baik.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Bailon, S., & Maglaya, A. (1978). Perawatan Kesehatan Keluarga: Suatu Pendekatan Proses (Terjemahan). Pusdiknakes.
BKKBN. (1992). Buku Pegangan Kader KB. BKKBN.
Brunner, & Suddarth. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. EGC.
Burnside, I. (1994). Reminiscence and Life Review; Therapeutic Interventions for Older People. Nurse Practitioner, 19(4).
Carter, M. A. (2006). Gout dalam Patofosiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. EGC.
Danang, R. (2013). Hubungan Peran Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Yang Mengalami Gangguan Fungsi Kognitif Di Desa Windunegar A Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. Universitas Jenderal Soedirman.
Duvall, & Logan. (1986). Marriage & Family Development. Harper & Row Publisher.
E, D., & Miller, C. M. (1985). Marriage and family development (6th ed.). Harper & Row Publisher.
Effendi, F., & Makhfuldi. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas: teori dan praktik dalam keperawatan. Salemba Medika.
Friedman, M. (1998). Keperawatan Keluarga Edisi Tiga (3rd ed.). EGC.
Gunarsa, S. D. (2008). Psikologi Anak: Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. BPK Gunung Mulia.
Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.
Hasanah, M. (2007). Tinjauan Motivasi Lansia dalam Mengikuti Senam Lansia pada Paguyuban Lansia di Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi Grobogan Tahun 2007. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semaran.
Hidayat, A. A. (2014). Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Salemba Medika.
Hidayat, R. (2009). Gout dan Hiperurisemia. Medicinus, 22(1).
Lueckenotte, A. G. (2000). Gerontologic Nursing Second Edition (2nd ed.). Mosby, Inc.
Mace, N. L., & Rabins, P. V. (2006). The 36-hour day: a family guide to caring for people with Alzheimer disease, other dementias, and memory loss in later life (4th ed.). The Johns Hopkins University Press.
Machfoedz, I. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Bidang Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran. Fitramaya.
Maryam, S. (2008). Menengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Salemba Medika.
Moekijat. (2002). Manajemen Tenaga Kerja dan Hubungan Kerja. Pionir Jaya.
Muniroh, L., Martini, S., Nindya, T. S., & Solfaine, R. (2010). Atsiri Kunyit Sebagai Anti Radang Pada Penderita Gout Artritis Dengan Diet Tinggi Purin. Makara-Kesehatan, 14(2), 58.
Murwani, A. (n.d.). Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep dan Aplikasi Kasus. Mitra Cendikia Press.
Nafi, R. H. (2018). Kajian Tingkat Pengetahuan Gizi, Pola Makan Dan Kadar Asam Urat Pasien Gout Di Puskesmas Gandusari Kabupaten Blitar. Politeknik Kesehatan Malang.
Noor, Z. (2016). Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Salemba Medika.
Notoadmojo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Notoadmojo, S. (2003). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Rineka Cipta.
Nuki, G., & Simkin, P. A. (2006). A Concise History of Gout and Hyperuricemia and Their Treatment. Arthritis Research and Therapy, 427–434. https://doi.org/10.1186/ar1906
Nungky. (2007). Disiplin Kerja Ditinjau dari Semangat Kerja Karyawan Laki-. Laki Disperindag Propinsi Jawa Tengah. Universitas Semarang.
Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. Salemba Medika.
Osman, A., Ismail, J. H., & Gani. (2012). Establishing linkages between religiosity and spirituality on employee performance. The International Journal of Human Resource Management, 35(4), 360–376.
Potter, & Perry. (2009). Fundamental Keperawatan (7th ed.). Salemba Medika.
Purwaningsih, T. (2009). Faktor-faktor Risiko Hiperurisemia. Universitas Diponegoro.
Purwanto. (2014). Evaluasi Hasil Belajar. Pustaka Pelajar.
Roddy, E., & Doherty, M. (2010). Epidemiology of Gout. Arthritis Research & Therapy, 12, 233.
Roddy, E., & Doherty, M. (2010). Epidemiology of gout. Arthritis Research and Therapy.
Saag, K., & Choi, H. (2006). Epidemiology, Risk Factors and Lifestyle Modifications for Gout. Arthritis Research and Therapy.
Sardiman, A. . (2005). Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press.
Schumancer, H., & Chen, L. (2008). Gout and Others CrystalAssociated Arthropathies in Harrison’s Principle of Internal Medicine 17th Edition (17th ed.). MC Graw Hill.
Setyowati, S., & Murwani, A. (2008). Asuhan Keperawatan Keluarga. Mitra Cendikia.
Simamora, H. (2004). Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. YKPN.
Stanley, & Beare. (2007). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. EGC.
Stuart, G. W. (2006). Buku Saku Keperawatan Jiwa (Terjemahan). (6th ed.). EGC.
Sudjana, H. . (1992). Manajemen Pendidikan LuarSekolah : Pengertian Manajemen/Pengelolaan, Fungsi-fungsi Manajemen. Nusantara Press.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Alfabeta.
Suhartini, R. (2004). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemandirian Orang Lanjut Usia (Studi Kasus di Kelurahan Jambangan). Universitas Airlangga.
Sunkureddi, P., Nguyen-Oghalai, T., & Karnath, B. (2006). Clinical Signs of Gout. Review of Clinical Signs, 39–42.
Surini, & Utomo, B. (2003). Fisioterapi pada Lansia. EGC.
Tehupeiory, E. S. (2006). Artritis Pirai (Artritis Gout) dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (4th ed.). Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
Vidback, S. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. EGC.
Walgito, B. (2002). Pengantar Psikologi Umum. Andi Offset.
Weaver, A. L. (2008). Epidemiology of Gout. Cleveland Clinic Journal of Medicine, 75(5).
Winardi. (2007). Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. RajaGrafindo Persada.
Yuliati, Agrina, & Misrawati. (2012). Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Pengobatan Rematik Dengan Air Rebusan Jahe Di Kelurahan Meranti Pandak Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai.
Zhang, M. W., Guo, R. F., & Zhang, J. W. (2006). Sepration, Purification and Identification of Antioxidant Compositons in Black Rice. Agricultural Science in China, 5(6), 431–440.
Published
2023-06-29
How to Cite
HENI, Sutiyah. Motivasi dan Sikap Keluarga Merawat Lansia dengan Gout Artritis. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), [S.l.], v. 14, n. 1, p. 84-95, june 2023. ISSN 2549-9408. Available at: <http://www.ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/278>. Date accessed: 19 may 2026. doi: https://doi.org/10.35966/ilkes.v14i1.278.