Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Perkembangan Pada Bayi Usia 6-12 Bulan

  • Nurhana Alvianti widyaningsih Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri
  • Koekoeh Hardjito
  • Ririn Indriani
  • Eny Sendra

Abstract

WHO merekomendasikan bahwa bayi harus disusui secara eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan. Cakupan ASI di Jawa Timur pada tahun 2021 sebensar 73,6%, namun pada tahun 2022 cakupan tersebut mengalami penurunan menjadi 73,3%. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian Asi Esklusif dengan perkembangan pada bayi usia 6-12 bulan. Desain penelitian ini studi observasional analitik dengan cross sectional study. Sampel yang di gunakan berjumlah 61 Bayi usia 6-12 Bulan di wilayah kerja puskesmas mojo, dengan Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bayi yang memperoleh ASI eksklusif sebanyak 46 bayi (75,4%) dan yang tidak memperoleh ASI eksklusif sebanyak 15 bayi (24.6%). Bayi dengan perkembangan normal sebanyak 60 bayi (98,4%) dan abnormal 1 bayi (1,6%).  Ini menunjukkan sebagian besar bayi memperoleh ASI secara eksklusif dan perkembangan yang normal. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sampel yang di teliti pemberian ASI Ekslusif tidak berhubungan secara signifikan dengan perkembangan, namun hasil ini tidak menghilangkan pentingnya ASI Ekslusif dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan. Oleh karena itu rekomendasi pemberian ASI Ekslusif tetap perlu diperhatikan sesuai anjuran pertahanan global

References

[1] L. Hanifah and F. Kartini, “Dukungan Laktasi Dalam Pemberian Asi Eksklusif Di Negara Berkembang: Scoping Review,” J. Kebidanan Indones., vol. 13, no. 1, pp. 86–93, 2022, doi: https://doi.org/10.36419/jki.v13i2.633.
[2] Riah Ayu Pratami, Abd. Gafur, Nur Ulmy Mahmud, Sumiaty, and Septiyanti, “Hubungan Antara Pola Pemberian ASI Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 6-11 Bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar,” Wind. Public Heal. J., vol. 01, no. 04, pp. 359–369, 2021, doi: 10.33096/woph.v1i4.164.
[3] A. T. P. Namirah, Andi Tihardimanto, Syatirah Jalaluddin, Utami Murti Pratiwi, and Muh. Sadiq Sabri, “Gambaran Perkembangan Motorik Halus Pada Bayi Dengan Asi Eksklusif Di Puskesmas Salo Pinrang Tahun 2021,” Alami J. (Alauddin Islam. Medical) J., vol. 7, no. 1, pp. 9–16, 2023, doi: 10.24252/alami.v7i1.35005.
[4] M. S. Ummah, “Profil Kesehatan Jatim 2022,” Sustain., vol. 11, no. 1, pp. 1–14, 2019, [Online]. Available: http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
[5] Ramdanis, “Hubungan Pemberian Asi Eksklusif, Pola Asuh Ibu dan Peran Bidan dengan Pertumbuhan Bayi 6-24 Bulan,” J. Interprofesi Kesehat. Indones., pp. 149–155, 2022, doi: https://doi.org/10.53801/jipki.v1i4.29.
[6] D. Purnamasari, “Hubungan Usia Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Kota Yogyakarta,” J. Bina Cipta Husada, vol. XVIII, no. 1, pp. 131–139, 2022.
[7] T. M. Intani, “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Stimulasi Psikososial dengan Perkembangan Bayi Berumur 6 – 12 Bulan,” J. Kesehat. Andalas, 2019.
[8] M. M, A. A. Ina, and W. Windayani, “Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dan Tidak Asi Eksklusif Dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Bayi Usia 6 Bulan,” J. Nurs. Public Heal., vol. 8, no. 1, pp. 58–65, 2020, doi: 10.37676/jnph.v8i1.1014.
[9] F. Olya, F. Ningsih, and R. Ovany, “Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Menteng Tahun 2022,” J. Surya Med., vol. 9, no. 1, pp. 137–145, 2023, doi: 10.33084/jsm.v9i1.5160.
[10] F. S. Hati and P. Lestari, “Pengaruh Pemberian Stimulasi pada Perkembangan Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Sedayu, Bantul,” J. Ners dan Kebidanan Indones., vol. 4, no. 1, p. 44, 2016, doi: 10.21927/jnki.2016.4(1).44-48.
[11] N. N. Yudianti, “Jurnal Penelitian Perawat Profesional Pencegahan Tetanus,” Br. Med. J., vol. 2, no. 5474, pp. 1333–1336, 2020.
[12] Herlina, “Hubungan Lingkungan Pengasuhan Dan Pekerjaan Ibu Terhadap Perkembangan Bayi 6-12 Bulan.,” vol. 1, pp. 1–23, 2019.
[13] N. Indrayani and S. Khadijah, “Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Tumbuh Kembang Balita Periode Emas Usia 12-60 Bulan,” J. Kebidanan Indones., vol. 11, no. 2, p. 37, 2020, doi: 10.36419/jkebin.v11i2.371.
[14] R. A. Megawati, “Hubungan Pola Pemberian ASI dan Karakteristik Ibu dengan Tumbuh Kembang Bayi 0-6 Bulan di Desa Bajomulyo,” . J. Kedokt. Muhammadiyah, 2019.
[15] A. P. Yanti, A. M. Usman, and R. Widowati, “Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6 bulan,” Nurs. Insid. Community, vol. 4, pp. 53–58, 2021.
Published
2026-06-23
How to Cite
WIDYANINGSIH, Nurhana Alvianti et al. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Perkembangan Pada Bayi Usia 6-12 Bulan. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), [S.l.], v. 17, n. 1, p. 32-36, june 2026. ISSN 2549-9408. Available at: <http://www.ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/402>. Date accessed: 14 july 2026. doi: https://doi.org/10.35966/ilkes.v17i1.402.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>