Model Asessment Keperawatan Agricultural Pada Masyarakat Pandalungan Berbasis Komplain Survei

  • Syaifuddin Kurnianto
  • Sri Wahyuningsih Universitas Jember
  • Nurul Hayati
  • Indriana Noor Istiqomah
  • Laili Nur Azizah
  • Achlish Abdillah
  • Primasari Mahardhika Rahmawati
  • R. Endro Sulistyono
  • Dwi Ochta Pebriyanti

Abstract

Cedera akibat pekerjaan di sektor pertanian telah dilaporkan lebih tinggi daripada tingkat kecelakaan rata- rata di semua industri lainnya secara bersamaan. Tingginya angka kejadian tersebut diidentifikasikan banyak kemungkinan penyebab salah satunya belum diterapkan model asuhan keperawatan agronursing. Penelirian ini bertujuaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menunjang pengembangan perangkat assessment keperawatan di wilayah agricultural yang berbasis complain survey. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian community based research yang melibatkan masyarakat sebagai pengguna layanan untuk melakukan pengaduan terkait komponen model asuhan keperawatan kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Populasi target dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pemberi pelayanan keperawatan wilayah ponkesdes/pustu Kecamatan Kunir yang akan dipilih secara random sampling. Penelitian ini mengasilkan 5 tema meliputi pemanfaatan teknologi kesehatan, peran faktor agama dalam kesehatan, peran faktor kekerabatan dan sosial dalam kesehatan, peran nilai budaya dan keyakinan dalam kesehatan pran faktor ekonomi dalam kesehatan yang menurut partisipan memiliki peran dalam konsep sehat dan sakit mereka.


 


Kata kunci: Asesmen, Keperawatan Pertanian, Survei Keluhan

References

1. Mayasari D. Gambaran Perilaku Kerja Aman pada Petani Hortikultura Pengguna Pestisida Di Desa Gisting Atas sebagai Faktor Risiko Intoksikasi Pestisida. JK unila. 2017;1(3):530–5.
2. Arvianti EY, Masyhuri M, Waluyati LR, Darwanto DH. Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia. Agriekonomika. 2019;8(2):168–80.
3. Susanto T, Purwandari R, Wuryaningsih EW. Model Perawatan Kesehatan Keselamatan Kerja Berbasis Agricultural Nursing: Studi Analisis Masalah Kesehatan Petani. J NERS. 2016;11(1):45.
4. Rosanti E, Andarini YD. Program pendampingan pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) pada Petani Di Desa Demangan Ponorogo. JPM (Jurnal Pemberdaya Masyarakat). 2017;2(2):104–10.
5. Bariyah N, Trisnawati E, Suwarni L. Analisis Kecelekaan Kerja pada Bagian Pengolahan Makanan di Instalasi Gizi RSUD DR. Soerdarso Pontianak. J Kesehat Masy Khatulistiwa [Internet]. 2018;5(4):9–21. Available from: http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php?journal=jkmk&page=index
6. Mazdani R. Hubungan Motivasi dan Masa Kerja dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Bagian Penggilingan Karet di PT. Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang. Prepotif J Kesehat Masy. 2019;3(1):58–67.
7. Utami U, Karimuna SR, Jufri N. Hubungan Lama Kerja, Sikap Kerja dan Beban Kerja Dengan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada Petani Padi Di Desa Ahuhu Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe Tahun 2017. Jimkesmas J Ilmah Mhs Kesehat Masy. 2017;2(6):1–10.
8. Blessy Tanor T, Pinontoan OR, Rattu AJM, Kesehatan F, Universitas M, Ratulangi S, et al. Hubungan Antara Lama Kerja (Durasi) Dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Petani Tanaman Padi Di Desa Ponompiaan Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. Kesehat Masy [Internet]. 2019;8(7):1–9. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/27283
9. Susmiati S, Darwadi D, Lutfi EI. Hubungan antara Kontak Pupuk Urea dengan Dermatitis pada Petani di Desa Sekaran Kabupaten Tuban Tahun 2017. Nurs Sci J. 2019;1(1):57–65.
10. Kim I. Accidents and Accident Prevention in the Agricultural Industry: Ergonomic Engagement. J Ergonomics. J Ergon. 2016;1–3.
11. Rorat, M., Thannhauser, A., & Jurek T. Analysis of injuries and causes of death in fatal farm- related incidents in Lower Silesia, Poland. Ann Agric Env Med. 2015;271–4.
12. Swanton, A., Young, T., & Peek-Asa C). Characteristics of Fatal Agricultural Injuries by Production Type. J Agric Saf Heal. 2016;75–85.
13. Chae, H., Min, K., Youn, K., Park, J., Kim, H., & Lee K. Estimated rate of agricultural injury: the Korean Farmers’ Occupational Disease and Injury Survey . Annals of Occupational and Environmental Medicine. 2014;1–7.
14. Maisyaroh A, Widianto EP, Fibriansari RD. Kearifan Lokal Petani Dalam Mengenal Dan Penanganan Awal Ancaman Akibat Bahan Berbahaya Di Area Pertanian. J Ilmu Kesehat. 2019;10(2):140–7.
15. Lundvall, A., & Olson D. Agricultural Health Nurses: Job Analysis of s and Competencies. AAOHN J. 2001;336-346.
16. de-Melo L. The Sunrise Model: a Contribution to the Teaching of Nursing Consultation in Collective Health. American Journal of Nursing Research. 2013. 20–23 p.
17. Rahman AN, Prabamurti PN, Riyanti E. Factors Associated with Health Seeking Behavior Behavior on Students at Pondok Pesantren Al Bisyri Tinjomoyo Semarang. J Kesehat Masy. 2016;4(5):246–58.
18. Mbuilima IK, Turwewi SW, Gerontini R. Gambaran Persepsi Masyarakat tentang Manfaat Posyandu Lansia di Kleurahan Naioni RW 04 Kecamatan Alak Kota Kupang. CHMK Heal J. 2019;3(1):25–30.
19. Santoso BS, Rahmah M, Setiasari T, Puji S. Perkembangan dan masa depan telemedika di indonesia. In: National Coference on Information Technology and Technical enginee-ring (CITEE) [Internet]. 2015. p. 10–7. Available from: https://www.researchgate.net/profile/Budi_Santoso28/publication/281497363_PERKEMBANGAN_DAN_MASA_DEPAN_TELEMEDIKA_DI_INDONESIA/links/55eb90cf08ae3e1218469f85/PERKEMBANGAN-DAN-MASA-DEPAN-TELEMEDIKA-DI-INDONESIA.pdf
20. Supardi S, Notosiswoyo M. Pengobatan Sendiri Sakit Kepala, Demam, Batuk Dan Pilek Pada Masyarakat Di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Maj Ilmu Kefarmasian. 2005;2(3):134–44.
21. Irawan E, Rahayuwati L, Yani DI. Hubungan Penggunaan Terapi Modern dan Komplementer terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara. J Keperawatan Padjadjaran. 2017;5(1):19–28.
22. Kristiono R., Wardani Y. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Pencarian Pengobatan ke Pelayanan Kesehatan Alternatif Pasien Suspek Tuberculosis di Komunitas. KESMAS. 2013;7(2):105–12.
23. Indarwati A, Retni A. Faktor faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih pengobatan alternatif dikecamatan kota barat kota gorontalo universitas muhammadiyah gorontalo 1,3. Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan). 2021;3(1):1–11.
24. Musrita D, Asniar A. Faktor-Faktor Penggunaan Folk Care. J Ilm Mhs Fak Keperawatan. 2019;4(2):24–33.
25. Safia LS, Suyadi B, Ani HM. Pengaruh Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Petani Padi Pada Kelompok Tani Ngudi Rejeki Di Desa Wonorejo Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. J Pendidik Ekon. 2018;12(1):75–81.
26. Suparti S, Suparman U. Kesehatan Petani Lebih Penting dari Kesehatan Tanaman. J Implementasi Pengabdi Masy Kesehat. 2019;1(1):20–5.
27. Pradanie R, Karima IA. Spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap kualitas hidup penderita tuberkulosis paru. J Keperawatan Padjajaran. 2016;4(3):213–24.
28. Nofita S, Farras MF, Prabaswari AD. Perancangan Alat Penanam Padi Ergonomis Untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorder Dengan Metode Reverse Engineering. Semin Nas IENACO. 2019;(36):215–21.
29. Fatmawati M, Windraswara R. Faktor risiko paparan pestisida selama kehamilan terhadap kejadian BBLR pada petani sayur. Unnes J Public Heal. 2016;5(4):306–15.
30. Fanani S, Dewi TK. Health belief model pada pasien pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun. J Psikol Klin dan Kesehat Ment. 2014;3(4):54–9.
Published
2022-12-22
How to Cite
KURNIANTO, Syaifuddin et al. Model Asessment Keperawatan Agricultural Pada Masyarakat Pandalungan Berbasis Komplain Survei. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), [S.l.], v. 13, n. 2, p. 118-129, dec. 2022. ISSN 2549-9408. Available at: <https://www.ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/230>. Date accessed: 21 apr. 2026. doi: https://doi.org/10.35966/ilkes.v13i2.230.