Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Usia <24 Minggu Tentang Diabetes Melitus Gestasional Dengan Aktivitas Fisik Sehari- Hari Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame

  • Anggita Putri Arianti Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Ira Titisari
  • Sumy Dwi Antono
  • Koekoeh Hardjito

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang umumnya muncul pada usia kehamilan sekitar 24 minggu dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pengetahuan ibu hamil tentang DMG menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan pengelolaan, termasuk menjaga aktivitas fisik selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil usia kurang dari 24 minggu tentang DMG dengan aktivitas fisik sehari-hari di wilayah kerja Puskesmas Sukorame. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 40 ibu hamil yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang DMG dan Baecke Physical Activity Questionnaire (BPAQ). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik ibu hamil (r = 0,346; p = 0,029), dengan kekuatan hubungan sedang. Meskipun demikian, interpretasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati karena instrumen aktivitas fisik belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ibu hamil. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mendorong ibu hamil untuk tetap aktif dalam batas aman, melalui aktivitas ringan hingga sedang. Tenaga kesehatan disarankan memberikan edukasi terarah dalam kelas ibu hamil dengan penekanan pada aktivitas fisik yang sesuai dan tidak membahayakan ibu maupun janin

References

[1] Aspilayuli, Suhartatik, and Mato. Rusni, “Literatur Review: Faktor Yang Mempengaruhi Diabetes Mellitus Gestasional,” JIMPK J. Ilm. Mhs. Penelit. Keperawatan, vol. 3, no. 4, pp. 111–120, 2023.
[2] N. Olii et al., “Skrining Diabetes Melitus Gestasional Melalui Pemeriksaan Glukosa Darah Pada Ibu Hamil,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 8, no. 2, p. 2352, 2024, doi: 10.31764/jmm.v8i2.21327.
[3] M. Haiti, N. Anggraini, L. S. Christyawardani, and A. Manurung, “Usaha Preventif Dm Gestasional Dan Anxiestas Pada Ibu Hamil,” Loyal. J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 5, no. 2, pp. 153–166, 2022, doi: 10.30739/loyalitas.v5i2.1690.
[4] I. Indriani and S. Hardyanti, “A Descriptive Study of Gestational Diabetes Mellitus in Yogyakarta,” J. Matern. Child Heal., vol. 7, no. 2, pp. 183–192, 2022, doi: 10.26911/thejmch.2022.07.02.07.
[5] C. Rute-larrieta et al., “Physical Activity during Pregnancy and Risk of Gestational Diabetes Mellitus : A Meta-Review,” Life, vol. 14, no. 6, pp. 1–21, 2024, doi: https://doi.org/10.3390/life14060755.
[6] G. R. do Nascimento, M. do C. Borges, J. N. Figueiroa, L. V. Alves, and J. G. Alves, “Physical activity pattern in early pregnancy and gestational diabetes mellitus risk among low-income women: A prospective cross-sectional study,” SAGE Open Med., vol. 7, 2019, doi: 10.1177/2050312119875922.
[7] W. Xie, L. Zhang, J. Cheng, Y. Wang, H. Kang, and Y. Gao, “Physical activity during pregnancy and the risk of gestational diabetes mellitus: a systematic review and dose–response meta-analysis,” BMC Public Health, vol. 24, no. 1, 2024, doi: 10.1186/s12889-024-18131-7.
[8] A. Hendrawan, “Gambaran Tingkat Pengetahuan Tenaga Kerja Pt’X’ Tentang Undang-Undang Dan Peraturan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja,” J. Delima Harapan, vol. 6, no. 2, pp. 69–81, 2019, doi: 10.31935/delima.v6i2.76.
[9] O. P. Mayasari, I. Ikalius, and W. I. D. Aurora, “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KECAMATAN ALAM BARAJO,” Med. Dedication J. Pengabdi. Kpd. Masy. FKIK UNJA, vol. 4, no. 1, pp. 146–153, Dec. 2021, doi: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13467.
[10] E. D. Widyawaty, “Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II-III Tentang Senam Hamil Dengan Melakukan Senam Hamil,” J. Keperawatan dan Kebidanan, vol. 1, no. 2, pp. 119–140, 2018.
[11] A. Sujarwati et al., “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aktivitas Fisik Pada Remaja di Kota Banjarbaru Tahun 2021,” J. Biostat. Kependudukan, dan Inform. Kesehat., vol. 3, no. 3, p. 192, 2023, doi: 10.51181/bikfokes.v3i3.7218.
[12] U. Rosidin, N. Sumarni, and I. Suhendar, “Penyuluhan tentang Aktifitas Fisik dalam Peningkatan Status Kesehatan,” Media Karya Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 108–118, 2019, doi: 10.24198/mkk.v2i2.22574.
[13] D. P. Sari and F. Nurbaya, FAKTOR PENYEBAB PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA PUTRI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA. Cirebon: PT Arr Rad Pratama, 2023. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=WnHXEAAAQBAJ
[14] R. Siagian et al., “GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK BALITA,” J. Nurs. Sci. Res., vol. 1, no. 1, pp. 49–55, Jun. 2024, doi: 10.33862/jnsr.v1i1.430.
[15] H. Ilyas and S. Sartika, “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Diabetes Melitus Gestasional di Puskesmas Mangasa Makassar,” J. Mitrasehat, vol. 9, no. 2, pp. 776–787, 2019.
[16] R. T. Mulianda, “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penyakit Diabetes Melitus Pada Kehamilan Di Dusun IV Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang,” J. Ilm. Kebidanan IMELDA, vol. 3, no. 1, p. 7, 2017, [Online]. Available: http://creasoft.wordpress.com/2008
[17] W. N. Romadhoni, Nasuka, A. R. D. Candra, E. Nizar, and Priambodo, “AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA SELAMA PANDEMI COVID-19,” Gelangg. Olahraga J. Pendidik. Jasm. dan Olahraga, vol. 5, no. 2, pp. 200–207, 2022, doi: 10.31539/jpjo.v5i2.3470.
[18] R. Wati, Dahliah, and F. Abdullah, “Faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian diabetes melitus gestasional,” J. Kesehat. Masy., vol. 8, pp. 2802–2807, 2024.
[19] J. Sun, M. Piernicka, A. Worska, and A. Szumilewicz, “A socio-ecological model of factors influencing physical activity in pregnant women : a systematic review,” Front Public Heal., vol. 11, no. 1232625, 2023, doi: 10.3389/fpubh.2023.1232625.
[20] Hikmaradianti, Ernawati, and Hasnita, “Hubungan Pola Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Pampang,” J. Ilm. Mhs. Penelit. Keperawatan, vol. 4, no. 5, pp. 48–53, 2024, doi: https://doi.org/10.35892/jimpk.v4i5.1637.
[21] N. I. S. Wijaya, “Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi dalam Mencegah Terjadinya Komplikasi Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Samata,” Nurs. Care Heal. Technol. J., vol. 1, no. 1, pp. 11–15, 2021, doi: 10.56742/nchat.v1i1.3.
[22] K. Fatmawati and E. S. Futriani, “Hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Senam Hamil,” J. Ilm. Permas J. Ilm. STIKES Kendal, vol. 14, no. 4, pp. 1249–1256, 2024.
[23] E. D. Wodjur and A. S. Purwanti, “HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI SENAM HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS DUONO,” J. Nurs. Updat., vol. 15, no. 3, pp. 84–89, 2024, doi: https://doi.org/10.36089/nu.v15i3.2236.
[24] V. Bahtera Dinastiti, R. Feti Wulandari, R. Kusuma Wardhani, Stik. Pamenang, and K. penulis, “Analisis Korelasi Pengetahuan Tentang Senam Hamil Dengan Minat Ibu Hamil Dalam Melakukan Senam Hamil the Correlation of Knowledge About Prenatal Excercise To Pregnant Women’S Interest in Doing Prenatal Excercise,” J. Ilm. Pamenang - JIP, no. November, pp. 31–36, 2020.
[25] D. Bayisa et al., “Pregnant women’s knowledge, attitudes, and associated factors toward physical exercise during pregnancy among those attending antenatal care at Bahir Dar city, Northwest Ethiopia,” SAGE Open Med., vol. 10, 2022, doi: 10.1177/20503121221115252.
[26] F. F. Benyian, “Evaluation of pregnant women’s knowledge and attitude toward physical exercise during pregnancy at maternity hospitals,” J. Educ. Health Promot., vol. 13, no. 1, pp. 1–6, Feb. 2024, doi: 10.4103/jehp.jehp_982_23.
Published
2025-12-31
How to Cite
ARIANTI, Anggita Putri et al. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Usia <24 Minggu Tentang Diabetes Melitus Gestasional Dengan Aktivitas Fisik Sehari- Hari Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), [S.l.], v. 16, n. 2, p. 231-237, dec. 2025. ISSN 2549-9408. Available at: <https://www.ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/442>. Date accessed: 21 apr. 2026. doi: https://doi.org/10.35966/ilkes.v16i2.442.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>